Langsung ke konten utama

Gurita Bisnis Energi Fosil, Penghambat Energi Bersih

    
sumber : shuttershock

    Pada tulisan sebelumnya disini ada poin tentang "tantangan bersama" energi nuklir & terbarukan yaitu, kepentingan bisnis energi fosil (minyak & batubara). Maka ditulisan kali ini membahas strategi para cukong minyak & batubara agar bisnis mereka tetap eksis, ditengah keinginan dunia untuk memperbanyak energi bersih dan menghilangkan ketergantungan energi fosil.

Bagaimana dunia bergantung pada energi fosil?

    Energi fosil sudah digunakan umat manusia sejak revolusi industri. Penggunaan batubara, minyak, dan gas alam memenuhi kebutuhan global akan energi. Energi fosil ketika dibakar menjadi energi, ia juga melepaskan hasil samping seperti karbon dioksida (CO2) dan gas rumah kaca lainnya ke lapisan atmosfer. Gas-gas hasil samping pembakaran energi fosil inilah yang berkontribusi besar pada fenomena pemanasan dan perubahan iklim global

    Listrik, transportasi, dan industri bisa berjalan karena, keberadaan energi fosil. Listrik misalnya, Pembangkit listrik paling banyak di skala global sekarang adalah bertenaga batubara dan gas alam. Di Indonesia masih bergantung pada pembangkit tenaga batubara (61% total listrik). Bahkan jumlah unit baru pembangkit batubara melebihi pembangkit energi terbarukan di tahun 2019. Mengapa baturbara masih pilihan? Karena pembangunanya lebih sederhana (dana & waktu), tidak ribet dan tentu harganya tergolong murah. 
    
    Di bidang transportasi (darat, laut, udara), kita baru ditingkatan kendaraan darat dalam pengadaan kendaraan bebas-rendah polusi. Transportasi seperti kapal laut dan pesawat masih belum ditemukan solusi bagaimana menggantikan bahan bakar minyak, setidaknya saat ini para pembuat kapal dan pesawat hanya bisa mencoba menghemat penggunaan bahan bakar.
    
    Sektor industri, ada 2 industri yang sangat bergantung dari keberadaan energi fosil yaitu, plastik dan baja. Pantas saja kebijakan larangan kantong plastik itu perlu kita dukung, selain mengurangi sampah plastik juga mengurangi penggunaan energi fosil. Untuk baja, kita memang masih memerlukan baja dalam konstruksi ataupun manufaktur lainnya namun, penggunaannya tentu saja tidak semasif plastik.

Upaya Mengurangi Ketergantungan Pada Energi Fosil

    Masnyarakat dunia mulai menyadari akan fenomena pemanasan global di tahun 1970-an dan di tahun 1979 konferensi tingkat tinggi perubahan iklim dunia diselenggarakan di Geneva. Inti dari konferensi tersebut adalah komitmen untuk mengurangi penggunaan bahan bakar fosil, pembentukan program iklim dunia dan badan penelitian iklim dunia.

    Kemudian hal besar terkait upaya melawan pemanasan global adalah protokol kyoto tahun 1997 berisi target-target dan rencana tindakan untuk mengurangi gas rumah kaca tapi, protokol kyoto baru terealisasi 2005 di 192 negara termasuk Indonesia. Kini protokol kyoto memasuki tahap kedua rencana namun, baru dijalan 11 negara (Indonesia bukan termasuk salah satunya).

    Namun dunia mengangap protokol kyoto masih kurang karena protokol kyoto hanya berfokus pada pengurangan gas emisi karbon. Akhirnya di tahun 2015, Paris Agreement (Persetujuan Paris) disetujui. Persetujuan paris berfokus pada usaha pencapaian energi bersih terbarukan (renewable energy) dan menghilangkan penggunaan energi fosil tahun 2050 sebagai tujuan akhir. Kedua perjanjian internasional ini diikuti pula Indonesia.

    Tidaklama setelah persetujuan paris disahkan beberapa negara berusaha keras untuk mengurangi bahkan menghilangkan penggunaan energi fosil. Negara kuat seperti Jerman, Denmark, Swedia berhasil mengurangi energi fosil bahkan Swedia menjadi negara pertama dunia yang berhasil lepas dari penggunaan energi fosil. Negara-negara lain yang kini penggunaan energi terbarukan menggeser energi fosil antara lain, islandia, paraguay, kostarika, nicaragua, brasil, austria.

    Indonesia saat ini mulai menggerakan pembangkit energi terbarukan. Apalagi secara keadaan geografis Indonesia memiliki potensi untuk menjalankan persetujuan paris. Indonesia terletak di kawasan tropis yang berarti sinar matahari ada sepanjang tahun. Berada di kawasan cincin pasifik juga keuntungan lain. Walaupun Indonesia memiliki kawasan gunung berapi aktif, itu masih bisa dimanfaatkan sebagai pembangkit energi panas bumi. Keuntungan lainnya adalah Indonesia memiliki garis pantai terpanjang di dunia. Keberadaan garis pantai bisa dimanfaatkan untuk pembangkit bertenaga angin yang jauh lebih efektif dibanding angin di daratan. 

Pembangkit bertenaga surya di bangil, bali. Sumber :  Anton Muhajir/Mongabay

Perlawanan Konglomerat Fosil

    Bertumbuhnya pembangkit energi terbarukan adalah sesuatu yang bagus sayangnya, tidak semua orang menyukai hal tersebut. Tergesernya energi fosil berarti juga berimbas pada industri energi fosil. Selama ini industri energi fosil (batubara, minyak, gas alam) menikmati status quo sebagai pemasok energi terbesar didunia. Persetujuan Paris dan meningkatnya penggunaan energi terbarukan jelas mengancam perusahaan-perusahaan energi yang tidak sanggup/mau melepas sektor energi fosil. Jadi apa yang akan dilakukan konglomerat batubara, minyak dan gas alam untuk tetap eksis? Mereka melawan!
    
    Bagi para konglomerat fosil, persetujuan paris bisa saja membunuh bisnis. Agar bertahan dimasa depan beberapa dari mereka mulai menginvestasikan pada pengembangan energi terbarukan tetapi, bagi mereka yang tidak mau haluan bisnis mereka harus cara lain. Cara yang paling sering digunakan adalah cari ala oligarki. Jangan salah, para konglomerat fosil ini masih mempunyai kekuatan finansial  setelah menikmati status quo selama puluhan tahun. Lewat kekuatan finansial inilah, mereka berusaha melawan dari dalam, lewat sistem pemerintahan itu sendiri.  Mulai dari menyuap atau melobi seseorang yang mempunyai jabatan struktur dalam pemerintahan (lurah, camat, kepala daerah, menteri hingga presiden) dengan imbalan uang/semacamnya. Selain menjalankan komunikasi dan lobi di struktur lembaga pemerintahan, para konglomerat ini juga membonceng para anggota dewan dikursi legislatif. Anggota dewan yang dibonceng ditugaskan untuk membuat perundang-undangan yang menguntungkan kepentingan mereka.

    Indikasi kuat perlawanan para konglomerat ini (di Indonesia) bisa dilihat pada tertibnya UU no 3 tahun 2020 atau biasa disebut UU Minerba 2020. UU Minerba yang baru ini sarat kepentingan para penambang batubara yang notabene penghasil energi fosil. Kontroversi UU minerba 2020 diantaranya :
  • Tertibnya Surat Izin Penambangan Bantuan (SPIB)
  • Pertambangan batubara menjadi kewenangan pemerintah pusat bukan lagi pemerintah daerah padahal ini mencederai semangat otonomi daerah 
  • Luas maksimal lahan tambang diperluas hingga 100 hektar dari sebelumnya 25 hektar.
  • Waktu eksplorasi tambang diperlama dari sebelumnya maksimal 2 tahun 
  • Menghapus limit WIUPK produksi batubara 15ribu hektar.
  • Membuka peluang kriminalisasi bagi warga yang menolak keberadaan tambang
  • Membuka celah korupsi
  • Kotrak Karya dan Perjanjian Karya Pengusaha Pertambangan Batubara dilakukan tanpa lelang dan otomatis perpanjangan 2x10 tahun tanpa pengurangan wilayah. Padahal pada aturan sebelumnya kawasan tambang tersebut harus dilelang ulang dan selama proses pelelangan dikembalikan ke negara.
    karena betapa mulusnya dan sarat kepentingan disisi para perusahaan tambang, ada dugaan kuat permainan kekuatan oligarki konglomerat fosil. 

    Pada akhirnya meskipun pemerintah dunia sudah menyepakati untuk menghilangkan ketergantungan pada energi fosil. Di beberapa negara masih sangat sulit dihilangkan, salah satunya di Indonesia. Hal terbesar yang menghambat mewujudkan energi bersih adalah konflik kepentingan. Dipihak pemerintah mereka sadar, mereka punya potensi untuk mewujudkan energi bersih di Indonesia namun, dengan konsekuensi ekonomi energi fosil yang selama ini menompang ekonomi daerah,nasional akan goyah. Akhirnya pemerintah melunak dan dengan kekuatan finansial oligarki para konglomerat fosil, aturan yang menguntungkan mereka bisa di"gol"kan menjadi Undang-Undang. Sebagai informasi tambahan, target EBT (Energi Bersih Terbarukan) Indonesia ditahun 2025 adalah 23% padahal, di tahun 2030 jika mengikuti persetujuan paris energi terbarukan harus 50% dan 2050 harus bebas energi fosil.

    Harus ada perubahan besar pada pembuat kebijakan untuk mendukung energi bersih jika terus mengandalkan energi fosil yang kotor, anak-cucu kitalah yang nantinya harus menghirup udara beracun.
    
 
 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sudoku: Permainan Angka Yang Menyenangkan

Sudoku, permainan ini begitu sederhana hanya mengisi angka 1-9 pada kotak 9x9. Perarturannya cukup sederhana Setiap horinzontal dan vertikal terdapat nomor 1-9, tidak ada angka ganda. pada kotak 3x3 terdapat angka 1-9, tidak ada angka ganda. Cukup mudah bukan, tidak ada keahlian khusus untuk menyelesaikan tiap teka-teki sudoku. Lupakan pengetahuan umum, matematika, kemampuan bahasa yang diperlukan pengolahan informasi sehingga teka-teki dapat terselesaikan. So, Wanna try? klik disini

Hal-hal Menyebalkan di Dota2 yang Bisa Berakibat Bencana

Defense Of Tower Ancient atau biasa disingkat Dota adalah video game berbasis MOBA (Multiplayer Online Battle Arena) dengan kerja sama tim sebagai nilai esensial. Setiap pertandingan yang dimenangkan dari salah satu tim adalah kemenangan satu tim. Tapi pernahkah kita melihat satu tim hancur karena ulah seorang anggota tim? Inilah 5 bencana di dota2 karena ulah seorang anggota tim. 5. Membeli Item Sesuka Hati dan Ternyata Tidak Sesuai Kebutuhan Tim Dota memang memberikan kebebasan kepada pemain untuk menciptakan karater hero, lepas dari peran awalnya. Bahkan hero support jika niat, diberi item layaknya hero carry pun bisa. Tapi, saat member tim membeli item salah apa yang terjadi? Jalan kekalahan bisa terjadi depan mata. Tidak ada yang membeli ward untuk membuka map, arcane boots untuk regen mana, mekanesm atau urn shadow untuk regen HP tim, Bersiaplah menangis. 4. Berebut Mid Lane Middle lane menjadi lane krusial bagi permainan dota. Unggul di lane ini berarti sudah meleta...

1st Impresion of Gojek

Fenomena jasa Gojek yang terjadi dikota-kota besar seperti Jakarta, Bandung, Surabaya, dan lain-lain memang menjadi keunikan tersendiri bagi saya. Saya akhirnya berkesempatan mencoba jasa layanan ojek online tersebut. Ceritanya saya sedang kebingungan untuk mengambil laptop dari servis. Karena semua teman-teman kos saya sibuk. Kemudian oleh anjuran saudara saya menggunakan aplikasi gojek. Saya mengisi order transport (asal-tujuan), daftar sign up, lalu tinggal menunggu driver gojek. Setelah driver tiba, saya meminta agar menunggu hingga laptop saya selesai pengecheckan servis selesai  dan driver menyaggupi. Sesampainya di tempat service ternyata, driver gojek juga ikut masuk mungkin, tempat parkiran di pelataran jadi panas bila menunggu di tempat parkir. Selama menunggu saya bertanya ngalor-ngidul. Ternyata menjadi driver gojek adalah pekerjaan sampingan dia. Dia juga rela mencancel order hingga laptop saya selesai pengecekan servis. Kenapa dia menjadi driver gojek? well tern...