Langsung ke konten utama

Apple iOS (Mulai) Membosankan

Sistem Operasi Smartphone iOS milik Apple kini mulai dikritik para penggunanya. Sistem yang sudah bertahan hingga seri ke-6 dan selalu diklaim Apple sebagai OS tercanggih, sebaiknya mulai mempertimbangkan konsumen dan analis yang sudah bosan dengan sistem operasi tersebut.
Umumnya konsumen dan analis mempunyai beberapa jawaban yang sama yang mengarah pada kejenuhan iOS. Kejenuhan yang dialami konsumen dan faktor mulai membosankannya sistem ini antara lain

1. Ditinggal Steve Jobs
Bukan faktor utama namun, wafatnya steve jobs berpengaruh pada visi Apple pada pengembangan iOS. Tim Cooks penggantinya bukanlah orang tidak buruk namun, ia mempunyai visi yang berbeda dari Jobs. Semasa Jobs memimpin Apple, ia memposisikan iOS sebagai pionir smartphone. Jobs mampu membuat konsumen seakan "berlari-lari" mengejar iOS dan iPhone. Oleh karena itu pengguna iPhone sangat fanatik tidak peduli dengan kehadiran smartphone lainnya. Tim Cooks penggantinya, sepertinya tidak mewarisi keahlian Jobs ini. Apple saat ini justru memposisikan iOS sebagai pengejar pasar dan konsumen, berkebalikan pada saat dipegang Steve Jobs.

2. Pengembangan OS Lain
Android, Windows Phone, Blackberry di tahun 2012-2013 melakukan pengembangan pesat. Pengembangan yang dilakukan bukan hanya sekadar pembaruan saja namun, mengubah dan mempermudah konsumen. Keadaan berbeda justru dialami Apple, Apple justru terlihat stuck di pengembangan iOS. Tidak ada pembaruan yang cukup berarti di versi terbarunya. Lebih terkesan mengerjakan apa adanya. Terbukti pada iOS 6, aplikasi Maps cukup berantakan hingga muncul versi baru 6.1 beta

3. Harga Kelewat Mahal
Saya akui Apple tidak hanya menjual smartphone saja tetapi, ia juga sekaligus menjual class atau prestige. Namun, tidak semua orang mampu membeli gadget iPhone. Tetapi seperti di faktor 1&2 jika tak mampu memberikan perubahan yang berarti disaat kompetitor berkembang pesat. Maka saat ini iPhone terasa lebih mahal dibanding sebelumnya. Hal ini pun juga diamini oleh pengguna fanatiknya.

Pertanyaan terbesar konsumen kepada Apple mungkin, kapan Apple berani melakukan pengembangan yang "melompat"? Mumpung pengguna fanatik iPhone masih banyak, sebaiknya iOS mulai mendengarkan suara fans agar kejadian hilangnya fanatisme Blackberry di Amerika dan Kanada tidak jatuh di Apple.

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sudoku: Permainan Angka Yang Menyenangkan

Sudoku, permainan ini begitu sederhana hanya mengisi angka 1-9 pada kotak 9x9. Perarturannya cukup sederhana Setiap horinzontal dan vertikal terdapat nomor 1-9, tidak ada angka ganda. pada kotak 3x3 terdapat angka 1-9, tidak ada angka ganda. Cukup mudah bukan, tidak ada keahlian khusus untuk menyelesaikan tiap teka-teki sudoku. Lupakan pengetahuan umum, matematika, kemampuan bahasa yang diperlukan pengolahan informasi sehingga teka-teki dapat terselesaikan. So, Wanna try? klik disini

Hal-hal Menyebalkan di Dota2 yang Bisa Berakibat Bencana

Defense Of Tower Ancient atau biasa disingkat Dota adalah video game berbasis MOBA (Multiplayer Online Battle Arena) dengan kerja sama tim sebagai nilai esensial. Setiap pertandingan yang dimenangkan dari salah satu tim adalah kemenangan satu tim. Tapi pernahkah kita melihat satu tim hancur karena ulah seorang anggota tim? Inilah 5 bencana di dota2 karena ulah seorang anggota tim. 5. Membeli Item Sesuka Hati dan Ternyata Tidak Sesuai Kebutuhan Tim Dota memang memberikan kebebasan kepada pemain untuk menciptakan karater hero, lepas dari peran awalnya. Bahkan hero support jika niat, diberi item layaknya hero carry pun bisa. Tapi, saat member tim membeli item salah apa yang terjadi? Jalan kekalahan bisa terjadi depan mata. Tidak ada yang membeli ward untuk membuka map, arcane boots untuk regen mana, mekanesm atau urn shadow untuk regen HP tim, Bersiaplah menangis. 4. Berebut Mid Lane Middle lane menjadi lane krusial bagi permainan dota. Unggul di lane ini berarti sudah meleta...

1st Impresion of Gojek

Fenomena jasa Gojek yang terjadi dikota-kota besar seperti Jakarta, Bandung, Surabaya, dan lain-lain memang menjadi keunikan tersendiri bagi saya. Saya akhirnya berkesempatan mencoba jasa layanan ojek online tersebut. Ceritanya saya sedang kebingungan untuk mengambil laptop dari servis. Karena semua teman-teman kos saya sibuk. Kemudian oleh anjuran saudara saya menggunakan aplikasi gojek. Saya mengisi order transport (asal-tujuan), daftar sign up, lalu tinggal menunggu driver gojek. Setelah driver tiba, saya meminta agar menunggu hingga laptop saya selesai pengecheckan servis selesai  dan driver menyaggupi. Sesampainya di tempat service ternyata, driver gojek juga ikut masuk mungkin, tempat parkiran di pelataran jadi panas bila menunggu di tempat parkir. Selama menunggu saya bertanya ngalor-ngidul. Ternyata menjadi driver gojek adalah pekerjaan sampingan dia. Dia juga rela mencancel order hingga laptop saya selesai pengecekan servis. Kenapa dia menjadi driver gojek? well tern...