Langsung ke konten utama

Star Wars VII Force Awaken : Hadiah Natal Terbaik

Akhirnya setelah menunggu sejak tahun 2005, Serial Star Wars dilanjutkan kembali, Star Wars VII Force Awaken. Sebuah film dengan hype melebihi film manapun yang tayang di tahun 2015. Siapa sih yang tidak kenal Star Wars? Star Wars memang dikenal lewat film namun, jangan lupa lisensi seperti kartun, action figure bahkan game adalah fenomena. Tapi Star Wars VII kali ini spesial karena rilisnya yang berdekatan dengan perayaan Natal. Jadi bisa dibilang Star Wars VII adalah kado natal terindah.

Star Wars VII melanjutkan seri terdahulunya Star Wars VI Return of Jedi yang tayang tahun 1983. Itu artinya sudah lebih dari 30 tahun sejak seri terakhir. Tidak heran ketika saya memasuki lobby XXI beberapa pengunjung sudah berusia 40-50 tahun. Tidak hanya para orang tua namun, juga anak-anak ikut membeli tiket untuk Star Wars VII. Kebetulan sekali, saya juga salah satu penggemar berat Star Wars dan telah menonton semua serialnya sejak seri 4-6 dan prekuelnya 1-3. 

Bisa dibilang Star Wars VII saat ini menjadi kandidat kuat "film terlaris sepanjang masa". Tidak heran karena Star Wars memiliki pondasi kuat dan basis fans yang besar dan sangat loyal. Hal itu pula yang membuat euforia dan hype yang dibangun begitu besar bahkan mengalahkan Avengers (Marvel Universe).

Sebelum saya menonton Star Wars VII, saya sempat khawatir. Jangan-jangan Star Wars VII mengulangi kesalahan Star Wars 1-3. Kesalahan yang saya maksud adalah penggunaan animasi CGI yang berlebihan. Jujur saya dan fans lebih menyukai Star Wars yang dibuat diorama, lebih terasa perang bintang. Hal lain yang membuat saya terkena hype Star Wars VII adalah para pemeran asli Han Solo, Leia Organa (dia bukan princess lagi) dan Luke Skywalker kembali hadir meski, kini mereka sudah menjadi kakek dan nenek. Jangan lupakan robot kuning cerewet C3-PO dan droid R2-D2, dan droid baru BB-8 yang menggemaskan (itu benar-benar robot, bukan animasi komputer)

Pembukaan film seperti biasa, narasi cerita singkat yang langsung ada dijelaskan Luke dan konflik, makanya menonton Star Wars harus sejak detik pertama! Star Wars VII seperti nostalgia dengan pasukan Stormtrooper, pesawat X-Wings, Tie, dan tentu saja Millenium Falcon.

Untuk cerita, sebenarnya Star Wars VII memakai formula lama dari Star Wars IV A New Hope (1977) bedanya, kini Star Wars VII adalah generasi terbaru, dari pengenalan tokoh, awal mula petualangan mereka dan apa peran mereka. Bedanya kini lebih halus dibanding "kakek" Star Wars IV. Jadi ketika di tengah cerita saya bisa menebak alur cerita. Tapi ini bagus karena bagi orang awam yang belum mengenal Star Wars mereka mempunyai titik awal cerita dan tidak mengharuskan mereka untuk menonton seri original 4-6 terlebih dahulu.

By the Ways diakhir film bagi penggemar berat Star Wars pasti penasaran. Ada pikiran terlintas setelah credit scene "Kok bisa ya bukannya, harus gini dulu?" "Siapa sih sebenarnya mereka itu? (baik protagonist, antagonist ataupun support" 

Oh ya, aktor Indonesia juga ikut Star Wars. Iko Uwais cs hadir di satu scene dan satu teater bersorak ketika trio the raid itu hadir walaupun sebentar. Tentu kebanggaan bagi perfilman Indonesia.


Sekedar informasi, jaga diri dari spoiler-spoiler yang berkeliaran di internet dan jika mempunyai uang lebih lebih baik menonton di theater IMAX 3D karena, adegan fight dan pesawat disyuting menggunakan kamera IMAX.

May The Foce Be With YOU

Komentar

  1. Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Google+ vs Facebook

Sekali waktu, saya mendapatkan berita informatika tentang terobosan google di media jejaring sosial. Google meluncur media jejaring sosial bernama Google+ . Kemunculan google+ tentunya akan mengusik ketenangan facebook yang dianggap sebagai media jejaring sosial terbesar dengan pengguna mencapai 700juta. Namun bila dilihat dari sejarah, google hampir mematahkan semua pernyataan pesimitis tentang produk mereka. Dari awal kemunculan mereka sebagai penyedia layanan search engine sampai google chrome untuk browser. Nama terakhir dari bentuk google  tersebut digadang-gadang akan melewati ketenaran mozilla firefox sebagai browser cepat yang kecepatan kedua browser tersebut hampir sama (firefox lebih unggul). Dari penelusuran saya, google+ memiliki keunggulan daripada facebook. Keunggulan google+ yang tidak terdapat pada facebook adalah videochat dengan nama fitur hangouts. Sudah tentu google+akan tersambung dengan layanan google lainnya  Meskipun google+belum digunakan secara luas...

PSSI diBan FIFA, Sedih Tidak, Bangga juga Tidak

Akhirnya PSSI di banned FIFA, Federasi Sepakbola Internasional itu merasa konflik pemerintah dan PSSI sudah tidak bisa ditoleransi lagi. Keputusan Pemerintah melalui Kementerian Pemuda dan Olahraga, Imam Nahrowi yang mengeluarkan SK pembekuan PSSI berbuntut panjang pada sepakbola nasional. Mulai berhentinya kompetisi, nasib pemain sepakbola di Indonesia baik pemain lokal ataupun asing.  Tentu sebagai pecinta bola di Indonesia, sangsi yang dijatuhkan FIFA adalah kenyataan pahit dan titik terendah dalam sejarah sepakbola Indonesia. Berbicara kebobrokan PSSI terlebih dahulu saya akan sedikit membahas kolom koran Jawa Pos dari Djoko Susilo, Mantan Dubes Indonesia untuk Swiss. Beliau menjelaskan sejak era perserikatan/galatama berubah menjadi ranah profesional. tata kelola klub tidak menunjukan perbaikan, ambil contoh kasus NPWP (Nomor Pokok Wajib Pajak). Jika sebuah klub sepakbola dijalankan secara profesional dan dirikan di Indonesia tentunya memakai nama Perseroan Terbatas (PT) ...